Nilai merupakan salah satu karakteristik afektif yang penting dalam pembentukan kompetensi siswa. Menurut Rokeach (1968: 5) nilai adalah keyakinan tentang perbuatan, tindakan, atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Dari definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa nilai mengacu pada keyakinan.
Definisi lain tentang nilai dijelaskan oleh Danandjaja (2007:45) yang menyatakan nilai sebagai pengertian-pengertian (conceptions) yang dihayati seseorang mengenai apa yang lebih penting atau kurang penting, apa yang lebih baik atau kurang baik, dan apa yang lebih benar atau kurang benar. Pendapat yang serupa juga disampaikan oleh Frankel (1977) yang menjelaskan bahwa “A Value is an idea -a concept about- what some thinks is important in life (nilai adalah ide atau konsep tentang apa yang dipikirkan seseorang atau dianggap penting oleh seseorang). Kedua definisi tersebut menitikberatkan nilai sebagai sesuatu yang dianggap penting, baik, dan berharga.
Pendapat yang berbeda juga disampaikan oleh Tyler (1973:7) yang menjelaskan bahwa nilai adalah suatu objek, aktivitas, atau ide yang dinyatakan oleh individu dalam mengarahkan minat, sikap, dan kepuasan. Tyler menjelaskan bahwa manusia belajar menilai suatu objek, aktivitas, dan ide sehingga objek ini menjadi pengatur penting minat, sikap, dan kepuasan. Anderson & Bourke (2000: 32) dalam bukunya yang berjudul Assessing Affective Characteristics in The School memberikan batasan tentang nilai sebagai berikut:
- Nilai merupakan keyakinan mengenai apa yang seharusnya diinginkan, penting dan dihargai serta merupakan standar tingkah laku yang dapat diteriman secara personal atau sosial.
- Nilai memengaruhi atau mengarahkan tingkah laku, minat, sikap dan kepuasan.
- Nilai bersifat kekal, artinya nilai cenderung tetap stabil untuk waktu yang sangat lama. Nilai lebih sulit untuk diubah daripada karakteristika afektif yang lain.
Anderson & Bourke (2000: 33) juga menambahkan bahwa target nilai cenderung menjadi ide, target nilai dapat juga berupa sesuatu seperti sikap dan perilaku. Arah nilai dapat positif dan dapat negatif. Selanjutnya intensitas nilai dapat dikatakan tinggi atau rendah tergantung pada situasi dan nilai yang diacu. Nilai seseorang pada dasarnya terungkap melalui bagaimana ia berbuat atau keinginan berbuat. Nilai berkaitan dengan keyakinan, sikap dan aktivitas atau tindakan seseorang. Tindakan seseorang terhadap sesuatu merupakan refleksi dari nilai yang dianutnya. Oleh karenanya satuan pendidikan harus membantu peserta didik menemukan dan menguatkan nilai yang bermakna dan signifikan bagi peserta didik untuk memperoleh kebahagiaan personal dan memberi konstribusi positif terhadap masyarakat.
Nilai-nilai yang perlu ditanamkan dalam diri anak mencakup nilai-nilai yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran, Instrumen nilai bertujuan untuk mengungkap nilai dan keyakinan peserta didik. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang positif dan yang negatif. Hal-hal yang bersifat positif diperkuat sedangkan yang bersifat negatif dikurangi dan akhirnya dihilangkan. Depdiknas (2010) menjabarkan beberapa nilai yang dianggap penting dalam pembelajaran antara lain:
- Kejujuran, yaitu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
- Tanggung jawab, yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
- Rasa ingin tahu, yaitu sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
- Toleransi, yaitu sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
- Menghargai prestasi, yaitu sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
- Kretaif, yaitu berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
Untuk makalah lengkapnya silakan download di sini.
No comments:
Post a Comment